Pendidikan

Mantappu Jiwa

“Jadi ini buku latihan soal matematika ya, Jer?”

Bukan!

Kata orang, selama masih hidup, manusia akan terus menghadapi masalah demi masalah. Dan itulah yang akan kuceritakan dalam buku ini, yaitu bagaimana aku menghadapi setiap persoalan di dalam hidupku. Dimulai dari aku yang lahir dekat dengan hari meletusnya kerusuhan di tahun 1998, bagaimana keluargaku berusaha menyekolahkanku dengan kondisi ekonomi yang terbatas, sampai pada akhirnya aku berhasil mendapatkan beasiswa penuh S1 di Jepang.

Manusia tidak akan pernah lepas dari masalah kehidupan, betul. Tapi buku ini tidak hanya berisi cerita sedih dan keluhan ini-itu. Ini adalah catatan perjuanganku sebagai Jerome Polin Sijabat, pelajar Indonesia di Jepang yang iseng memulai petualangan di YouTube lewat channel Nihongo Mantappu.

Yuk, naik roller coaster di kehidupanku yang penuh dengan kalkulasi seperti matematika.

It may not gonna be super fun, but I promise it would worth the ride.

Minasan, let’s go, MANTAPPU JIWA!

Dimana ada niat, asal mau berusaha, pasti ada jalan. Mungkin jalannya tidak semulus orang lain, atau mungkin hasilnya tidak sebaik orang lain, tetapi setidaknya kita bisa menghasilkan sesuatu. Dan sebagai awal, itu sudah cukup baik. #rumusjerome

Kalimat di atas adalah kutipan dari Mantappu Jiwa, buku pertama dari Jerome Polin, youtuber Indonesia yang saat ini kuliah di Waseda University dengan beasiswa Mitsui Bussan. Ini buku pertama yang ditulis oleh Youtuber yang saya baca. Ringan, menarik secara visual, dan menginspirasi mungkin kata-kata yang tepat untuk menggambarkan buku ini.

Mantappu Jiwa berisi kisah hidup Jerome sampai bisa kuliah di Jepang dan menjadi Youtuber terkenal. Rupanya keinginan Jerome untuk kuliah sudah tercetus sejak dia SD, karena alasan yang sangat sederhana: dia ingin pergi ke luar negeri seperti teman-temannya. Kisahnya pun mengalir ke bagaimana Jerome mencari beasiswa S1 penuh di luar negeri sejak SMP, perjuangannya belajar matematika dan ikut banyak lomba sejak SMA, dan jatuh bangunnya untuk mendapatkan beasiswa NUS, NTU, dan akhirnya Mitsui Busan ke Jepang.

Setelah sampai di Jepang dengan beasiswa penuhpun, perjuangan Jerome masih belum berakhir. Jerome masih harus belajar menaklukan Bahasa Jepang dari nol, belajar Matematika, Kimia, dan Fisika dalam Bahasa Jepang, serta beradaptasi di negara asing sampai akhirnya berhasil lulus menjadi mahasiswa di Waseda University. Di waktu senggangnya, Jerome membuat konten Youtube di channelnya Nihongo Mantappu, yang sekarang memiliki hampir 2 juta subscribers.

Bagi penonton channel Nihongo Mantappu, buku ini sebenarnya tidak menceritakan hal yang benar-benar baru. Jerome sendiri sudah membuat video tentang kisahnya mendapatkan beasiswa (“Cerita Perjuangan Beasiswa Full Kuliah ke Luar Negeri”). Tapi yang menarik, buku ini lebih menonjolkan tentang kerja keras Jerome untuk mendapatkan beasiswa. Cerita-cerita kegagalan yang biasanya tidak diceritakan mendetail dituliskan untuk menunjukkan kalau hasil yang didapatkan bukan dari proses instan. Saat membaca cara belajar Jerome yang gila-gilaan supaya bisa lulus N1 Bahasa Jepang (12 jam setiap hari!), saya sampai rasanya tersindir sendiri. Rasanya memang di balik kesuksesan, ada perjuangan setengah mati untuk mencapainya.

Ilustrasi yang menarik dan halaman yang berwarna-warni juga memudahkan untuk mencerna buku ini, yang saya selesaikan dalam dua hari. Selain ilustrasi biasa seperti keluarga dan teman-teman Jerome, ada banyak ilustrasi soal matematika menghiasi buku ini. Awalnya saya pikir soal-soal tersebut cuma penghias halaman, tapi rupanya di akhir dijelaskan bahwa ada filosofi di balik soal-soal tersebut. Misalnya soal-soal di bab pertama yang semuanya menghasilkan angka yang sama. Itu menunjukkan kalau ada banyak jalan penyelesaian untuk mencapai angka yang sama tersebut, seperti banyak jalan untuk mencapai Roma. Ide yang cukup unik, meskipun semua soal tersebut tetap saya skip haha.

Yang saya sayangkan di buku ini mungkin kurangnya proporsi cerita tentang bagaimana Jerome bisa menjadi Youtuber terkenal, yang hanya ditampilkan di 50 halaman terakhir buku. Buku ini juga lebih terpusat ke perjuangan Jerome mendapatkan beasiswa dan lulus Waseda University, padahal sepertinya akan lebih menarik kalau ada kisah-kisah culture shock lucu yang dialami Jerome di awal kedatangan di Jepang atau persahabatannya dengan Kevin (yang hanya disinggung sedikit) dan Tomo (bagaimana Jerome bisa sampai jadi sahabat Tomo, bukan hanya kenalan? Bagaimana Jerome bisa diundang ke rumah Tomo?).

Tapi mungkin itu artinya masih banyak ruang untuk buku selanjutnya, ya. Secara keseluruhan, menurut saya buku ini menarik dan mudah dibaca. Timeline cerita yang rapi memudahkan bagi orang yang baru mengenal Jerome untuk langsung mengetahui kisahnya tanpa harus bingung mengecek video mana di channelnya. Ilustrasi dan halaman yang berwarna warni juga menjadi nilai plus. Menurut saya, buku ini sesuai untuk dibaca penonton Youtube Jerome yang sebagian besar masih SMP, SMA, dan kuliah karena bisa memotivasi mereka untuk belajar dan mengejar mimpinya meski dengan segala keterbatasan.

Kalau Jerome menerbitkan buku lagi, saya pasti mau baca lagi. Semoga buku selanjutnya lebih banyak membahas suka duka jadi Youtuber dan mahasiswa di Jepang ya, juga masalah sosial dan ekonomi yang dihadapi Indonesia sampai-sampai Jerome ingin menjadi Menteri Pendidikan. Soalnya saya tertarik, solusi seperti apa yang akan Jerome sarankan untuk pendidikan dan pembangunan Indonesia saat ini.

Apa yang kelihatan mustahil, jika kita coba kerjakan dengan tekun, bisa menjadi kenyataan. #rumusjerome

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button