HumorNon FiksiSabar D. Prabowo

Jangan-jangan Kita Berjodoh

#Jangan2KitaBerjodoh
Bukannya ngarep, aku cuma berprasangka baik sama Allah…
Jodoh kan misterius. Nggak disangka-sangka. Sebesar apa pun cintamu pada seseorang, kalau emang nggak berjodoh, bakal ada aja yang membuatmu gagal. Sebaliknya, sebesar apa pun kebencianmu terhadapku, kalau aku emang jodohmu, ya gimana lagi?

Aku sih nggak bisa berbuat apa-apa. Jadi, ya diterima aja…

Nah, biar kamu nggak terus-terusan galau dan mau pelan-pelan membuka hati untukku, coba deh baca buku ini. Baca baik-baik isinya, renungkan dalam hati pelajaran yang kamu dapat darinya.

Untuk mencintai, kamu nggak perlu jatuh terlebih dulu. Dan untuk menikah, kamu nggak harus pacaran seperti itu.

Buku ini banyak meberikan motivasi tentang aku atau kamu yang sedang mencari jodoh tapi dengan cara yang dibenarkan oleh agama. Penggunaan bahasa yang socmed-able sekali sehinga mudah dimengerti bagi kita yang kesehariannya tidak lepas dari gadget. Aku akan membedah buku ini menjadi tiga bagian sehingga tidak tumpang tindih dari pembahasannya.

***Tampilan***

Buku jangan-jangan kita berjodoh memiliki tampilan yang sederhana sih sebenarnya. Warna sampul buku yang didominasi oleh warna oranye menyala mengingatkan ku pada tim sepak bola Belanda, oranye-oranye tuan meneer. Tapi yang membuat sampulnya menarik adalah ikon kacamata yang bisa dipake untuk selfie trus upload di Instagram, Facebook, Path dan Twitter. Ini tuh seperti walaupun kita lagi benar-benar serius mencari pasangan tapi kita harus tetap tampil keren. Kan gak mungkin kan mau jodohnya cakep tampan/cantik rupawan tapi penampilannya acak kadut kayak badut.

Halaman pertama saat buka buku langsung dikasi kutipan diatas tulisan ini. Nah yang paling suka di kata pengantarnya. Biasanya kan judul kata pengantar yaa kata pengantar. Tapi ini sekapur sirih, secangkir kopi dan sekotak mahar. Jadi pengen dikasi mahar beneran nih . Lanjut didalamnya tidak ada gambar siih karena murni semuanya kata-kata saja. Tapi pemilihan font, margin dan spasi memafkan itu. Setiap bab juga dipisah dengan warna oranye menyala seperti jeruk mandarin. Jadi segar aja mata ini lihatnya.

***Isi buku***

Ada beberapa kutipan yang aku suka dan akan aku tulis disini. Tapi ini murni menurutku pribadi siih. Aku memberikan tanda kutip sebagai kutipan dari Bapak Sobar. Chek this out yeorobeun \^_^/

“Nggak menutup kemungkinan sih, nantinya mereka pengin punya suami yang mirip artis Korea. Ya nggak masalah, asal realistis, nggak memaksakan diri” (cocok untuku yang penggila pria bermarga Kim, Lee, Song, dan Gong) #tertusukpedangGoblin

“Seorang wanita mungkin bersedia menanti. Tapi ingat, dia tak mungkin bisa bersabar selamanya” (catat itu yaa wahai pria-pria penggantung harapan)

“Menikahlah ketika kita sudah siap menikah, daripada berpacaran hanya karena pengin nikah” (mengatasnamakan pacaran dengan alasan ingin menikah. Dosa itu dosa. Catatan untuk mu Euis) #selftalk #realizeit

“Jadi, wanita bisa apa selain menunggu? Jawabannya, dia bisa mempersiapkan diri, menguatkan hati, mengumpulkan modal ilmu, dan meminta restu ayah dan ibu. Lalu dia bisa mulai mencari dan berta’aruf dengan seorang laki-laki saleh sebagai imam untuknya”. (bukan pacaran sana-sini demi mendapatkan yang seusai hati) #edisibijak #edisimenguatkandirisendiri

“Jomblo itu ibarat puasa, nikah ibarat waktu buka. Hanya orang pilihan yang kuat dan tak membatalkan puasa di tengah jalan”. (Jomblo yang kuat adalah yang tidak goyah godaan syetan dan koloninya) #JombloBermartabat

“Kalau ada laki-laki tampan, mapan, dan keren melamarmu jangan kau terima!*

*Kalau sholatnya bolong-bolong J” (indeed!! No reason and no controvertion) #Sikap

***Bab Terbaik dari Buku Ini***

Belum tentu dia jodohmu (halaman 131)

Tak perlu membayangkan kalau nanti jadi istrinya kamu akan seperti apa, belum tentu dia jodohmu.

Tak perlu memajang foto berdua di media sosial, belum tentu dia jodohmu.

Tak perlu mengumbar kata cinta dan obrolan mesra, belum tentu dia jodohmu.

Jangan kau serahkan hatimu, cintamu, atau tubuhmu, belum tentu dia jodohmu.

Teruslah mendalami agama, tekun membaca ilmu berumah tangga, asah mental agar dewasa, latih diri berakhlak mulia.

Lalu, berdoalah meminta jodoh terbaik pada-Nya Yang Maha Mendengar segala doa. Yakinlah Dia akan mengirimkan untukmu seseorang melalui rencana-Nya.

Dalam keadaan yang mungkin takkan engkau sangka.

Adakah engkau meragukan janji-Nya?

Tetaplah yakin bahwa segala rencana-Nya adalah sebaik-baiknya rencana. Seringkali kita merasa gundah dan gelisah. Bahkan akhirnya kita menjauh dari Allah, justru ketika kita sedang jatuh cinta dan sedang dalam proses PDKT. Saat itu, yang ada dalam pikiran kita hanya sosok si dia. Pengin selalu bareng dia, pengin selalu chatting sama dia, penin selalu menelpon dia.

Namanya juga sedang kasmaran.

Cuma masalahnya, cinta semacam ini rentan dimanfaatkan oleh setan. Dihias terus olehnya sehingga terlihat indah dan menggoda. Padahal, semua itu semu…

Ujung-ujungnya kita seperti ‘memaksa’ Allah agar menjodohkan kita dengan orang yang terlanjur ‘nongkrong’ di hati kita.

Padahal, bisa jadi Dia punya rencana lain.

Singkat jelas dan padat hanya dalam satu bab. Kadang aku sering menghayal, kalau aku menikah dengan dia gimana yaa?? Padahal itu bisa jadi campur tangan setan. Belum tentu dia jodohku. Dan emang bukan jodohku. Janji Allah itu pasti jadi percayalah. Pantaskan diri ini untuk menjadi istri sholehah yang memberikan surga di dalam rumah tangga.

Intinya buku “jangan-jangan kita berjodoh” cocok untuk para pencari jodoh yang disarankan secara syariah. Baca buku ini tidak perlu sampai berhari-hari. Sambil duduk-duduk cantik minum kopi, buku ini bisa selesai seiring dengan habisnya kopi di cangkir manis. Setelah baca buku ini akau punya prinsip “lebih baik jomblo bermartabat daripada pacaran tapi bermaksiat”

Untuk kita yang masih dalam pencarian, mari meningkatkan kualitas diri, tidak perlu galau, resah, gulana. Karena ada Allah di hati para orang yang yang berdoa dan percaya serta berharap hanya pada-Nya. Allah Maha Tahu tapi menunggu. Menunggu diwaktu yang baik, dengan orang yang baik dan dalam keadaan yang baik.

Show More

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Buku keren lainnya
Close
Back to top button